Are high school students motivated to attend counseling ?

Rezki Hariko(1),
(1) Universitas Negeri Padang, Indonesia

Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.23916/0020180312210

Full Text:    Language : en

Abstract


Counseling is the core of the implementation of guidance and counseling services at the school as a whole. The success of counseling is a guarantee for the success of different types of guidance and counseling services. Unfortunately, not many students who voluntarily went to a counselor for help through the implementation of counseling. This research aims to describe the motivation of students to attend counseling. The research used survey method with 316 students of High School students. The results show that most students have not been motivated to follow counseling. Based on these findings, further research is needed on the factors that influence student motivation, as well as the efforts should be done by counselors and other stakeholders to increase students' motivation to attend counseling.


Keywords


school, student, adolescent,motivation, counseling.

References


Ahmadi, A. (1991). Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Alleman, J. R. (2002). Online counseling: The Internet and mental health treatment. Psychotherapy: Theory, Research, Practice, Training, 39(2), 199.

Andriani, O., Taufik, T., & Hariko, R. (2017). Gambaran Permasalahan Pasangan Muda di Kabupaten Kerinci. JKI (Jurnal Konseling Indonesia), 3(1), 1–8.

Brammer, L. M., & Shostrom, E. L. (1982). Therapeutic Psychology: Fundamentals of Counseling and Psychoterapy. New Jersey: Prentice-Hall.

Burks, H. M., & Stefflre, B. (1979). Theories of counseling. McGraw-Hill Companies.

Corey, G. (2015). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy. Canada: Nelson Education.

Cottone, R. R. (1992). Theories and Paradigms of Counseling and Psychotherapy. Massachusetts: Allyn & Bacoon, Inc.

Fefriawati, R. (2010). Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Perilaku Agresif Remaja di SMKN 5 Padang Tahun 2010. Jurnal Universitas Andalas Padang.

Fudyartanta, K. (2011). Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gainau, M. B. (2009). Keterbukaan diri (self disclosure) siswa dalam perspektif budaya dan implikasinya bagi konseling. Jurnal Ilmiah Widya Warta, 33(1), 95–112.

Geldard, K., & Geldard, D. (2005). Practical counselling skills: an integrative approach. Palgrave Macmillan.

Gibson, R. L., & Mitchell, M. H. (2003). Introduction to Counseling and Guidance. New York: Pearson education, Inc.

Gladding, S. T. (2012). Counseling: A Comprehensive Profession. New York: Pearson Higher Ed.

Glosoff, H. L., & Pate Jr, R. H. (2002). Privacy and confidentiality in school counseling–Special Issue: Legal and ethical issues in school counseling. American School Counselor Association.

Griffith, B. A., & Frieden, G. (2000). Facilitating reflective thinking in counselor education. Counselor Education and Supervision, 40(2), 82–93.

Gunarsa, S. D. (2001). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.

Gysbers, N. C. (2001). School Guidance and Counseling in The 21st Century: Remember The Past into The Future. Professional School Counseling, 5(2), 96–106.

Hanifah, F. (2013). Hubungan Kontrol Sosial Orang Tua dengan Perilaku Seks Pranikah Remaja Kelurahan Batang Arau Kecamatan Padang Selatan. SPEKTRUM PLS, 1(2).

Hansen, J. C., Stevic, R. R., & Warner, R. W. (1982). Counseling: Theory and process (Vol. 23). Allyn & Bacon.

Hariko, R. (2016). Ilmu Bimbingan dan Konseling, Nilai dan Kesejahteraan Individu: Studi Literatur. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 4(2), 118–123.

Hariko, R. (2017). Landasan Filosofis Keterampilan Komunikasi Konseling. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 2(1). https://doi.org/10.17977/um001v2i22017p041

Hariko, R., & Ifdil, I. (2017). Analisis Kritik Terhadap Model Kipas; Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 5(2), 109–117.

Hariyani, M., Mudjiran, M., & Syukur, Y. (2012). Dampak Pornografi Terhadap Perilaku Siswa dan Upaya Guru Pembimbing untuk Mengatasinya. Konselor, 1(2).

Hidayat, H., Yusri, Y., & Ilyas, A. (2013). Profil Siswa Agresif dan Peranan Guru BK. Konselor, 2(2).

Huitt, W. (2001). Motivation to Learn: An Overview. Educational Psychology Interactive, 12.

Ifdil, I. (2013). Konseling Online Sebagai Salah Satu Bentuk Pelayanan E-konseling. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 1(1), 15–22.

Iskandar. (2009). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial. Jakarta: Gaung Persada Press.

Jannah, N., Mudjiran, M., & Nirwana, H. (2015). Hubungan Kecanduan Game dengan Motivasi Belajar Siswa dan Implikasinya Terhadap Bimbingan dan Konseling. Konselor, 4(4), 200–207.

Kamaluddin, H. (2011). Bimbingan dan Konseling Sekolah. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 17(4), 447–454.

Kusumawati, R., Aviani, Y. I., & Molina, Y. (2017). Perbedaan Tingkat Kecanduan (Adiksi) Games Online Pada Remaja Ditinjau Dari Gaya Pengasuhan. Jurnal RAP, 8(1).

Lesmana, J. M. (2008). Dasar-dasar Konseling. Jakarta: UI-Press.

Lilimiwirdi, L., & Nelfira, N. (2016). Pengaruh Internet dalam Pengembangan Bahasa dan Budaya di Kalangan Remaja Kota Padang. ARBITRER, 3(2), 44–66.

Luddin, A. B. M. (2010). Dasar-dasar Konseling. Perdana Publishing.

Mulyani, D. (2013). Hubungan Kesiapan Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar. Konselor, 2(1).

Murdani, S. (2017). Hubungan Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan (Father Involvement) dengan Penyesuaian Diri Remaja. Jurnal Student Psikologi Universitas Negeri Padang, 2015(1).

Nelson-Jones, R. (2013). Introduction to Counselling Skills: Text and Activities (4th ed.). London: Sage Publications Ltd.

Nirwana, H. (2013). Pengungkapan Diri Siswa Sekolah Menengah dan Implikasinya Bagi Konseling. Jurnal Ilmu Pendidikan, 18(1).

Nursal, D. G. A. (2008). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Murid SMU Negeri di Kota Padang Tahun 2007. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 2(2), 175–180.

Palmer, S. (2000). Introduction to Counselling and Psychotherapy: The Essential Guide. (S. Palmer, Ed.). London: Sage Publications.

Permadi, N. E. (2016). Masalah-Masalah yang Dihadapi Peserta Didik dalam Perencanaan Karir dan Implikasinya terhadap Pelayanan Bimbingan Karir. Jurnal Penelitian Bimbingan Dan Konseling, 1(2).

Prayitno. (2004). Seri Layanan Bimbingan dan Konseling: Layanan L1-L9. Padang: BK FIP-UNP.

Prayitno. (2017). Konseling Profesional yang Berhasil. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Prayitno, & Amti, E. (2004). Dasar-dasar Bimbingan Konseling. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Purwanti, W., Firman, F., & Sano, A. (2013). Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Asas Kerahasiaan Oleh Guru BK dengan Minat Siswa Untuk Mengikuti Konseling Perorangan. Konselor, 2(1).

Rahayu, Y. P., & Pratiwi, T. I. (2013). Penerapan Bimbingan Kelompok dengan Media Video untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Bahaya Narkoba pada Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 2NGORO. Jurnal BK UNESA, 4(1), 127–134.

Rahmah, S., Ilyas, A., & Nurfahanah, N. (2016). Masalah-Masalah yang Dialami Anak Panti Asuhan dalam Penyesuaian Diri dengan Lingkungan. Konselor, 3(3), 107–112.

Restu, Y. (2013). Studi tentang Perilaku Agresif Siswa di Sekolah. Konselor, 2(1).

Rogers, C. R. (1971). On Becoming A Person: A Therapist’s Views of Psychotherapy. London: Constable & Company Ltd.

Santrock, J. W. (2014). Adolescence (15th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Sardiman, A. M. (2008). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Sarwono, S. W. (2012). Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Schmidt, J. J. (2003). Counseling in Schools: Essential Services and Comprehensive Programs. Allyn & Bacon.

Shanty, R. M. N., & Christiana, E. (2013). Pelaksanaan Layanan Konseling Individual SMPN Se-Kecamatan Bangsal Mojokerto. Jurnal BK UNESA, 3(1), 388–393.

Sudjana. (2002). Metoda Statistika. Edisi Ke 6. Bandung: PT. Tarsito.

Sudrajat, A. (2008). Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Tersedia Di: Http://akhmadsudrajat. Wordpress. com/2008/02/10/bk-Dan-mpmbs/.(16 Januari 2009).

Sujanto, A. (2004). Psikologi Umum. Jakarta: Bumi Aksara.

Suryani, L. S. L. (2013). Penyesuaian Diri pada Masa Pubertas. Konselor, 2(1).

Syah, M. (2003). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Truax, C. B., & Carkhuff, R. (2007). Toward effective counseling and psychotherapy: Training and practice. Transaction Publishers.

Uno, H. B. (2007). Teori Motivasi & Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Walgito, B. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Yuliani, R. (2013). Emosi Negatif Siswa Kelas XI SMAN 1 Sungai Limau. Jurnal Ilmiah Konseling, 2(1), 151–155.

Zulfikar, Z., Hariko, R., Muwakhidah, M., & Aritonang, N. (2017). Konseling Humanistik: Sebuah Tinjauan Filosofi. JURNAL KONSELING GUSJIGANG, 3(1), 146–151.


Article Metrics

 Abstract Views : 234 times
 PDF Downloaded : 83 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.